Blog Keamanan dan Perlindungan Penipuan
8x8 brand photo people g1785617988 2

Beyond Automated KYC: How Video Identity Checks Catch What Algorithms Miss

Ketika seorang nasabah mengajukan KPR senilai Rp 8 miliar, membuka rekening wealth management, atau mengajukan kredit dengan limit tinggi, verifikasi standar tidaklah cukup.

Taruhannya terlalu tinggi. Para pelaku penipuan mengetahui hal ini — itulah mengapa akun bernilai tinggi menjadi sasaran utama identitas sintetis, deepfake, dan pencurian kredensial.

Di Indonesia, penipuan keuangan terus meningkat seiring pesatnya adopsi perbankan digital. OJK dan PPATK secara konsisten melaporkan lonjakan signifikan laporan transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan penipuan identitas digital dan pengambilalihan akun. Di seluruh kawasan APAC, bank, perusahaan asuransi, dan fintech mengalami lonjakan penipuan identitas sebesar 121% secara year-over-year pada 2024, dengan serangan deepfake meningkat 194% dan identitas sintetis yang semakin sulit dideteksi pada tingkat dokumen.

Bagi lembaga keuangan, satu upaya penipuan yang berhasil pada akun bernilai tinggi dapat menggerus margin dari ratusan nasabah yang sah.

Di sinilah pemeriksaan identitas berbasis video berperan. Dengan menambahkan lapisan verifikasi manusia secara langsung pada proses onboarding berisiko tinggi, lembaga keuangan dapat mendeteksi penipuan yang terlewat oleh sistem otomatis — sekaligus menjaga proses tetap cukup cepat agar nasabah yang sah tidak berpaling.

 

Mengapa Akun Bernilai Tinggi Membutuhkan Verifikasi yang Lebih Kuat

Berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU No. 8 Tahun 2010 sebagaimana diubah) serta regulasi OJK, pihak pelapor wajib menerapkan Uji Tuntas yang Diperkuat (Enhanced Due Diligence/EDD) untuk nasabah dan transaksi yang dinilai berisiko tinggi. Proses onboarding jarak jauh tanpa kontak tatap muka tidak pernah diasumsikan sebagai risiko rendah. Kerangka uji tuntas berbasis risiko sudah mensyaratkan verifikasi yang ditingkatkan untuk jenis akun tertentu. Pertanyaannya adalah bagaimana menerapkannya tanpa menciptakan hambatan yang mendorong nasabah yang sah untuk pergi.

Skenario di mana pemeriksaan identitas video memberikan nilai paling besar:

  • Akun bernilai tinggi: Wealth management, private banking, fasilitas kredit besar, dan pinjaman korporasi di mana potensi kerugian membenarkan pengawasan ekstra.
  • Onboarding jarak jauh tanpa akses cabang: Lembaga yang mengutamakan digital dan tidak dapat mengandalkan verifikasi tatap muka memerlukan jaminan yang setara. Ekosistem fintech Indonesia yang berkembang pesat — mulai dari bank digital seperti Bank Jago dan SeaBank, hingga platform e-wallet terkemuka seperti GoPay, OVO, dan DANA — melakukan onboarding sepenuhnya melalui saluran digital, menjadikan verifikasi identitas jarak jauh sebagai jalur utama penerimaan nasabah mereka.
  • Nasabah yang ditandai oleh sistem otomatis: Ketika algoritma mendeteksi anomali tetapi tidak dapat mengambil keputusan definitif, penilaian manusia mengisi celah tersebut.
  • Persyaratan regulasi: OJK mewajibkan pihak pelapor untuk melaksanakan EDD bagi nasabah dan transaksi berisiko tinggi. PPATK mengharapkan lembaga keuangan menilai efektivitas program identifikasi dan verifikasi nasabah mereka secara mandiri — tidak hanya mengandalkan standar teknologi dari vendor pihak ketiga.

 

Ketika Nasabah yang Sah Diblokir

Algoritma yang terlalu berhati-hati justru menciptakan risiko yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa 68% konsumen pernah meninggalkan proses onboarding yang mereka anggap terlalu sulit.

Bagi pemohon akun bernilai tinggi, taruhannya jauh lebih besar. Prospek wealth management yang ditolak tidak akan mencoba lagi. Mereka beralih ke kompetitor dengan proses yang lebih lancar, dan nilai seumur hidup mereka ikut terbawa.

Penyebabnya biasanya sepele: ketidakcocokan biometrik akibat perubahan usia, foto KTP yang diambil dalam pencahayaan buruk, atau dokumen yang baru diterbitkan ulang yang tidak dikenali sistem. Sistem otomatis menandai anomali tersebut, tetapi tidak dapat mengatasinya.

Tanpa jalur pemulihan, lembaga kehilangan nasabah yang sah dan bernilai tinggi hanya untuk melindungi diri dari risiko yang sebenarnya tidak ada.

 

Ketika Penipuan Nyata Lolos dari Pemeriksaan Otomatis

Masalah sebaliknya sama-sama berbahaya. Lembaga keuangan melaporkan bahwa 1 dari setiap 20 upaya verifikasi bersifat penipuan — meningkat 21% dari tahun sebelumnya. Di Indonesia, berkembangnya layanan keuangan digital telah memperluas permukaan serangan; penipuan berbasis identitas digital terus meningkat seiring meluasnya layanan perbankan mobile dan dompet digital di seluruh nusantara.

Penyerang yang canggih secara khusus menargetkan akun bernilai tinggi karena imbalannya sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.

Identitas sintetis, video deepfake, dan kredensial yang dicuri dirancang untuk lolos dari pemeriksaan berbasis dokumen yang bekerja dengan baik untuk aplikasi berisiko rendah.

Sistem otomatis efektif dalam mendeteksi pola penipuan berbasis volume. Namun untuk serangan tertarget pada satu akun bernilai tinggi, penyerang hanya perlu menipu algoritma sekali saja.

Agen verifikasi terlatih yang melakukan sesi video langsung dapat menemukan inkonsistensi perilaku, menantang pemohon secara real time, dan membuat keputusan yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma mana pun.

Baca Juga: Memperkuat Kepercayaan: Mengatasi Penipuan dengan Autentikasi yang Lebih Kuat di Sektor Keuangan

 

Cara Kerja Pemeriksaan Identitas Video

Sesi video langsung mengungkapkan hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh KYC otomatis. Bagi pemohon berisiko rendah, celah tersebut tidak terlalu bermasalah.

Bagi prospek wealth management atau pemohon KPR, ini adalah perbedaan antara mendeteksi serangan canggih dan menghapusnya sebagai kerugian enam bulan kemudian. Berikut yang dapat diungkap agen terlatih selama sesi verifikasi berisiko tinggi:

 

Liveness Real-Time, Bukan Liveness Gambar Diam

Video deepfake dapat lolos dari pemeriksaan selfie pasif. Namun akan kesulitan ketika agen meminta pemohon untuk memutar kepala pada sudut yang tidak terskrip, mengangkat tangan atas perintah, atau mendeskripsikan benda di ruangan. Ketidakpastian adalah pertahanannya.

 

Forensik Dokumen pada Dokumen Fisik

OCR hanya membaca teks. Agen dapat meminta pemohon untuk memiringkan dokumen, mengamati bagaimana hologram membiaskan cahaya, memeriksa microprinting di bawah zoom, dan memverifikasi tepi laminasi. Pemalsuan yang lolos dari pemeriksaan berbasis gambar sering kali gagal dalam pengawasan fisik semacam ini.

 

Inkonsistensi Perilaku di Bawah Tekanan

Identitas sintetis biasanya dioperasikan oleh orang yang tidak mengenal orang yang mereka tiru. Penipu yang dilatih akan ragu pada pertanyaan-pertanyaan dasar: Di cabang mana Anda membuka rekening terakhir? Siapa yang mereferensikan Anda? Algoritma tidak dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

 

Sinyal Paksaan dan Tekanan

Penipuan akun bernilai tinggi semakin sering melibatkan orang sungguhan yang diinstruksikan atau dipaksa dari luar layar. Agen dapat mendeteksi mata yang melirik ke luar kamera, ucapan yang terasa terskrip, atau suara lain di latar belakang. Tidak ada yang terlihat dalam alur unggahan dokumen biasa.

 

Cara 8×8 Video Interaction Mendukung Pemeriksaan Identitas

Sesi pemeriksaan identitas video langsung 8x8 Video Interaction yang menampilkan tampilan agen dan nasabah di desktop dan mobile, dengan anotasi foto, obrolan dalam panggilan, detail referensi panggilan, dan statistik kinerja agen.
Selama pemeriksaan identitas video langsung, agen dapat memberi anotasi pada umpan kamera nasabah, mengambil foto, dan berkomunikasi secara real time — semuanya dari browser tanpa perlu unduhan.

Tujuan penggunaan video untuk onboarding bernilai tinggi bukan untuk menggantikan KYC otomatis. Melainkan untuk melapisi due diligence yang ditingkatkan di atas proses tersebut untuk pemohon yang memerlukannya. 8×8 Video Interaction dirancang untuk masuk ke dalam alur kerja bertingkat tersebut, bukan berjalan sebagai proses terpisah.

  • Eskalasi yang dipicu dari tumpukan onboarding Anda: Ketika penilaian risiko atau ambang batas akun memicu aturan EDD, integrasi API atau iFrame langsung menghubungkan pemohon ke agen verifikasi tanpa memutus sesi.
  • Jejak verifikasi yang terdokumentasi: Setiap sesi dapat direkam dengan video dan audio lengkap, dan agen dapat mengambil foto, memberi anotasi dokumen, serta menandai lokasi GPS nasabah selama panggilan. Dikombinasikan dengan log panggilan terperinci — termasuk durasi, gambar yang dibagikan, dan penilaian panggilan — tim kepatuhan Anda memiliki jejak terdokumentasi untuk mendukung persyaratan berkas EDD. Berdasarkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27 Tahun 2022), rekaman video dan foto yang diambil selama sesi verifikasi merupakan data pribadi. Organisasi harus memiliki dasar hukum yang sah untuk pengumpulan data, memperoleh persetujuan yang sesuai, dan membatasi penyimpanan sesuai dengan kebutuhan tujuan verifikasi.
  • Manajemen agen dan visibilitas: Distribusi panggilan otomatis mengarahkan sesi verifikasi yang masuk ke agen yang tersedia, sementara dasbor admin di 8×8 Connect memberikan manajer tampilan konsolidasi kinerja agen, riwayat panggilan, dan data nasabah — sehingga Anda dapat mengelola antrean EDD dengan visibilitas penuh.
  • Pengawasan administratif: Dasbor admin menyediakan wawasan panggilan teragregasi di seluruh agen, termasuk durasi dan penilaian panggilan, memberi supervisor pengawasan yang diperlukan untuk menjaga kualitas verifikasi. Manajer dapat menambah atau menghapus agen serta meninjau log panggilan individual dan gambar yang dibagikan setelah setiap sesi.
  • Keamanan tingkat enterprise dan infrastruktur global: Platform 8×8 memegang sertifikasi SOC 2 Type II, ISO 27001, HIPAA, dan PCI/DSS, dengan infrastruktur di pusat data di Asia, Eropa, dan AS untuk mendukung persyaratan residensi data. Dengan kehadiran regional di Asia dan pusat data di seluruh kawasan, data sesi dapat disimpan sesuai dengan ekspektasi lokalisasi data Indonesia. Rekaman sesi dan log panggilan memberikan tim kepatuhan Anda bukti yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban pencatatan PPATK dan standar pengawasan OJK.

Platform ini menangani volume institusional tanpa mengorbankan tingkat kepastian yang membuat EDD layak dilakukan sejak awal.

 

Dasbor admin 8x8 Connect yang menampilkan ikhtisar pemeriksaan identitas video dengan jumlah panggilan, durasi rata-rata, dan penilaian panggilan rata-rata, beserta grafik tren panggilan.
Dasbor admin 8×8 Connect memberi manajer tampilan konsolidasi sesi pemeriksaan identitas video, termasuk volume panggilan, durasi, dan penilaian kinerja agen.

Baca Juga: Dukungan Pelanggan di Layanan Keuangan dengan 8×8 Video Interaction

 

Perkuat Verifikasi Identitas Anda dengan Video

Akun bernilai tinggi layak mendapatkan verifikasi dengan tingkat kepastian tinggi. Pemeriksaan identitas berbasis video memberikan lembaga keuangan alat untuk menghentikan penipuan canggih sekaligus menjaga nasabah yang sah tetap bergerak maju dalam proses onboarding.

Dengan 8×8 Video Interaction, Anda mendapatkan verifikasi video berbasis browser yang aman, terintegrasi ke dalam alur kerja yang ada, menghasilkan jejak audit siap-kepatuhan, dan berkembang seiring bisnis Anda. Jangan tunda lagi — hubungi 8×8 hari ini untuk menambahkan pemeriksaan identitas video ke dalam alur kerja onboarding Anda.

 

FAQ – Pemeriksaan Identitas Berbasis Video di Indonesia

  • Apa itu pemeriksaan identitas berbasis video?
    Pemeriksaan identitas berbasis video menggunakan panggilan video langsung antara pemohon dan agen verifikasi terlatih untuk mengkonfirmasi identitas. Agen memeriksa dokumen, melakukan pemeriksaan liveness, dan menilai sinyal perilaku secara real time.
  • Kapan lembaga keuangan harus menggunakan verifikasi video?
    Verifikasi video sesuai untuk akun bernilai tinggi, onboarding jarak jauh tanpa akses cabang, kasus yang ditandai oleh sistem otomatis, dan skenario di mana regulasi mengharuskan due diligence yang ditingkatkan. Berdasarkan UU TPPU dan regulasi OJK, pihak pelapor wajib menerapkan EDD untuk nasabah dan transaksi berisiko tinggi — menjadikan pemeriksaan identitas video sebagai alat praktis untuk memenuhi kewajiban tersebut.
  • Apakah video KYC sesuai dengan regulasi keuangan Indonesia?
    Ya. OJK mengakui solusi identifikasi dan verifikasi nasabah berbasis teknologi dan mensyaratkan pihak pelapor untuk menilai efektivitas solusi tersebut dalam mengurangi risiko penipuan dan peniruan identitas. Video KYC, ketika diimplementasikan dengan kontrol yang tepat, mendukung kepatuhan terhadap UU TPPU, regulasi OJK terkait, dan ekspektasi pengawasan PPATK. Organisasi juga harus mematuhi UU PDP No. 27 Tahun 2022 saat mengumpulkan, menggunakan, dan menyimpan data biometrik dan data pribadi yang diambil selama sesi video.
  • Bagaimana verifikasi video mendeteksi deepfake?
    Agen terlatih menggunakan pemeriksaan liveness interaktif, pengamatan perilaku, dan isyarat visual untuk mendeteksi upaya deepfake. Kombinasi penilaian manusia dan alat berbantuan AI memberikan perlindungan penipuan yang lebih kuat daripada sistem otomatis saja.
  • Apakah verifikasi video memperlambat proses onboarding nasabah?
    Sebagian besar sesi verifikasi video selesai dalam hitungan menit. Meskipun lebih lama dari persetujuan otomatis instan, verifikasi video jauh lebih cepat dibandingkan pertukaran email, pengunggahan ulang dokumen, atau kunjungan ke cabang.

Jelajahi Postingan Terkait

8x8 Brand Photo Retail 1366720422
Teknologi & Transformasi
April 29, 2026

WhatsApp Flows: Simplify Service Selection and In-Chat Ordering

Jason Chan

See how WhatsApp Flows replaces clunky forms with in-chat service selection and ordering. Compare basic vs. API-connected Flows and learn how to deploy at scale with 8x8.

8x8 Brand Photo Office G2196936957
Keamanan dan Perlindungan Penipuan
April 29, 2026

Verification APIs: A Complete Guide

Benjamin Kuo

A practical guide to choosing and integrating Verification APIs - covering OTP, silent auth, number lookup and APAC compliance.

8x8 Brand Photo Retail 1472087329
Keamanan dan Perlindungan Penipuan
April 28, 2026

Resolving Failed eKYC Checks with Live Video Interaction

Igor Mostovoy

When automated eKYC flags a real customer, you need a recovery path - not a dead end. See how live video verification turns failed checks into completed onboarding.

Talk to an Expert

Complete this form and an 8x8 sales specialist will reach out to you shortly.

A custom multi-channel solution based on your specific requirements.

Thank you for your interest!

An 8x8 sales specialist will reach out to you shortly.

Any urgent enquiries and help needed?

Email [email protected]

Support Visit support site

To top
This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.