Blog Teknologi & Transformasi
8x8 brand photo retail 13667204221

Marketing LINE: Cara Menjangkau 170 Juta Pengguna di Jepang dan Thailand

Di Jepang dan Thailand, LINE bukan sekadar aplikasi pesan biasa — LINE adalah internet bagi ratusan juta orang. Sebuah brand yang meluncur di Bangkok dengan kampanye WhatsApp dan rangkaian email drip, lalu heran kenapa tingkat respons begitu buruk, bukan sedang sial. Mereka hanya salah memilih channel.

85,4% pengguna internet Thailand ada di LINE. Di Jepang, platform ini menjangkau 97 juta pengguna aktif bulanan — 78% dari seluruh populasi. Strategi marketing LINE yang mengabaikan kenyataan ini bukan sebuah strategi. Itu hanya kebisingan.

 

Apa yang Membuat LINE Berbeda dari Setiap Channel Lainnya

Tiga kartu pesan LINE kaya fitur yang menampilkan struk toko, tiket bioskop dengan kode QR, dan menu restoran dengan tombol pembelian — contoh bagaimana brand menggunakan marketing LINE untuk mengelola seluruh perjalanan pelanggan.
Dari konfirmasi pembelian hingga tiket acara dan menu produk, LINE mengelola seluruh perjalanan pelanggan dalam satu thread — termasuk pembayaran, dukungan, dan pembelian ulang.

LINE menempati posisi di Jepang dan Thailand yang tidak bisa ditandingi oleh satu pun aplikasi di pasar Barat. Di Jepang saja, platform ini memiliki 97 juta pengguna aktif bulanan, mencakup 78% dari total populasi. Thailand pun bercerita serupa. LINE memiliki 51 juta pengguna aktif bulanan di sana, dan pengguna Thailand rata-rata menghabiskan 67 menit per hari di dalam aplikasi.

Alasan marketing LINE mengungguli channel lain di pasar ini bukan hanya soal jumlah pengguna. Ini soal kedalaman integrasi dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna tidak hanya berkirim pesan dengan teman di LINE — mereka menelusuri LINE VOOM untuk konten, mengelola pembayaran melalui LINE Pay, memesan makanan, dan menghubungi bisnis melalui Official Account.

Tingkat keterlibatan harian seperti itu menciptakan peluang struktural bagi brand. Penemuan, pembayaran, dukungan, dan pembelian ulang semuanya terjadi di satu tempat. Satu kehadiran LINE dapat menyentuh seluruh perjalanan pelanggan, alih-alih berjuang merebut perhatian di berbagai aplikasi yang terpencar.

Bagi perusahaan di Jepang dan Thailand, LINE bukan sekadar satu channel di antara banyak. LINE adalah titik sentuh digital utama tempat pelanggan berharap menemukan, menghubungi, dan membeli dari Anda.

 

Fitur Utama Marketing LINE untuk Bisnis

LINE Official Account memungkinkan Anda mengelola seluruh hubungan pelanggan — dari penemuan pertama hingga pembelian ulang — dari satu antarmuka chat. Berikut tampilannya dalam praktik.

 

Rich Menu

rich menu adalah panel navigasi interaktif di bagian bawah layar chat. Panel ini memungkinkan pelanggan langsung masuk ke katalog produk, sistem pemesanan, atau antrean dukungan tanpa mengetik satu pesan pun.

Setiap ketukan yang menggantikan pertanyaan yang diketik menghilangkan satu titik penurunan. Anda tidak menunggu pelanggan tahu apa yang harus ditanya — Anda langsung mengarahkan mereka ke tindakan: pesan, beli, atau dapatkan bantuan.

 

Broadcast Messaging

Bisnis dapat mengirim broadcast tertarget ke semua pengikut atau segmen tertentu. LINE mendukung pengujian A/B, penjadwalan, kupon, dan rich media dalam pesan-pesan ini, dan pesan tersebut sampai di tempat yang benar-benar diperhatikan pelanggan.

broadcast LINE Official Account di Jepang mencatat tingkat buka sekitar 70%, kira-kira dua kali lipat rata-rata 34% untuk email marketing di sana. Segmentasi dan pengujian A/B memberikan hasil jauh lebih besar pada audiens yang membuka apa yang Anda kirim.

 

Chat Commerce

LINE MyShop memungkinkan pembelian in-app, mengubah percakapan menjadi transaksi. Pelanggan dapat menelusuri, memilih, dan membayar tanpa meninggalkan jendela chat, dan belanja berbasis chat bukan kebiasaan pinggiran di pasar-pasar ini.

Ini bukan perilaku niche di Thailand. chat commerce sedang melonjak, dan sekitar 62% pembeli online Thailand sudah menemukan dan membeli produk melalui aplikasi pesan.

Ketika pelanggan menelusuri, bertanya, dan membeli dalam satu thread, kampanye Anda harus memperlakukan jendela chat sebagai etalase toko — bukan sekadar channel notifikasi.

Layar ponsel yang menampilkan keranjang belanja chat commerce LINE dengan daftar produk dan tombol checkout, mengilustrasikan bagaimana marketing LINE memungkinkan pembelian in-app bagi bisnis di Jepang dan Thailand.
Dengan LINE, pelanggan menelusuri, memilih, dan checkout tanpa pernah meninggalkan chat — menjadikan setiap percakapan LINE sebagai channel penjualan langsung.

 

Sedikit platform pesan yang menutup lingkaran dari kesadaran hingga pembelian dan retensi. LINE melakukannya, dan semua itu terjadi di dalam satu aplikasi yang sudah digunakan pelanggan Anda setiap hari.

 

Marketing LINE di Jepang vs. Thailand: Sesuaikan Strategi Anda

LINE mungkin platform yang sama di kedua pasar, namun pendekatannya berbeda. Salah nada di satu pasar bisa merusak kampanye yang berjalan sempurna di pasar lainnya.

 

Jepang: Ketepatan dan Profesionalisme

Konsumen Jepang mengharapkan interaksi yang halus dan padat informasi. Yang berhasil:

  • Spesifikasi produk terperinci dan penetapan harga yang terstruktur
  • Nada formal dan terkendali
  • Program loyalitas dengan aturan yang jelas dan hadiah yang transparan
  • Konten yang menghargai waktu dan kecerdasan audiens

 

Thailand: Kehangatan, Kreativitas, dan Keterhubungan

Konsumen Thailand merespons energi dan kesenangan. Yang berhasil:

  • Stiker selebriti dan maskot karakter bermerek
  • Teks kasual dan percakapan dengan sentuhan visual yang menarik
  • Kampanye berbasis humor dan konten kreatif musiman
  • Kolaborasi influencer dan konten pembangunan komunitas

 

LINE dalam Strategi Multi-Channel

LINE mendominasi di Jepang dan Thailand, namun bisnis jarang beroperasi hanya di satu atau dua negara. Perusahaan yang aktif di seluruh APAC mungkin menggunakan WhatsApp di Indonesia, Viber di Filipina, dan SMS di mana saja.

Mengelola setiap channel melalui dasbor terpisah menciptakan silo operasional. Agen harus mengurus banyak alat sekaligus, riwayat pelanggan terfragmentasi di berbagai platform, dan pelaporan kampanye tetap terputus.

Pendekatan yang lebih baik: hubungkan LINE dan semua channel Anda yang lain melalui satu set API, sehingga Anda menambah channel tanpa harus mengelola satu dasbor lagi. Tim marketing mendapatkan alat kampanye yang konsisten. Agen dukungan mendapatkan tampilan lengkap setiap percakapan, terlepas dari channel mana yang memulainya.

Baca Selengkapnya: Enhancing Engagement: Your Omnichannel Messaging Guide

 

Bagaimana 8×8 Menyederhanakan LINE untuk Penerapan Bisnis

Diagram pesan omnichannel yang menampilkan LINE, WhatsApp, Viber, dan Zalo yang terintegrasi dengan Salesforce, Zendesk, CRM, dan alat otomasi marketing melalui satu platform untuk marketing LINE dan keterlibatan pelanggan.
8×8 menghubungkan LINE dengan WhatsApp, Viber, Zalo, dan alat CRM serta marketing Anda yang sudah ada — sehingga setiap percakapan pelanggan berada di satu tempat, terlepas dari channel mana yang memulainya.

8×8 menawarkan LINE for Business sebagai bagian dari platform CPaaS-nya, memungkinkan perusahaan mengintegrasikan pesan LINE melalui API tanpa membangun infrastruktur khusus.

Yang Anda dapatkan:

  • Alat kampanye end-to-end – broadcast messaging, dukungan percakapan, dan respons otomatis, semua dalam satu alur kerja
  • Tanpa perpindahan platform – sistem yang sama mengelola LINE, WhatsApp, Viber, dan SMS dari satu integrasi
  • Ruang kerja agen terpadu – 8×8 Converse membawa percakapan LINE ke dalam satu panel bersama voice, SMS, email, dan web chat

Di dalam 8×8 Converse, agen dapat melihat riwayat lengkap setiap pelanggan, tag VIP, dan catatan. Mereka menerima respons yang disarankan AI dan prediksi niat, serta merutekan percakapan berdasarkan keahlian atau prioritas. Supervisor melacak SLA dan waktu respons dari dasbor yang sama — tidak ada alat LINE terpisah, tidak ada yang hilang ketika chat berpindah antar channel.

Bagi bisnis yang berekspansi ke Jepang dan Thailand, ini berarti:

  • Tidak perlu membangun integrasi khusus
  • Tidak perlu merekrut spesialis platform
  • Tidak perlu mengelola kontrak vendor terpisah

Jaringan di balik pesan-pesan tersebut juga penting. 8×8 menjalankan jaringan operator langsung yang menjangkau 160+ operator seluler di 190+ negara, dengan infrastruktur lokal di setiap pasar APAC utama. Pesan ke Jepang dan Thailand diarahkan melalui koneksi lokal — bukan melalui rantai agregator pihak ketiga. Di pasar-pasar ini, itulah perbedaan antara pengiriman tepat waktu dan performa yang tidak menentu yang mengikis kepercayaan pelanggan.

Baca selengkapnya: Flash Sales and Promotions on LINE That Convert

 

Mulai Marketing LINE di Jepang dan Thailand

Di Jepang dan Thailand, brand yang menang adalah yang bisa dijangkau pelanggan tanpa harus meninggalkan aplikasi yang mereka gunakan sehari-hari. LINE adalah aplikasi itu.

Bagi bisnis yang siap menjadikan marketing LINE sebagai channel utama — tanpa beban operasional integrasi mandiri — 8×8 menyediakan infrastruktur, ruang kerja terpadu, dan jaringan operator APAC untuk mewujudkannya.

Ceritakan pasar mana yang akan Anda masuki, dan 8×8 akan memetakan LINE for Business ke seluruh pesan Anda. Hubungi 8×8 untuk memulai.

 

FAQ – Marketing LINE

  • Apa itu marketing LINE? Marketing LINE menggunakan LINE Official Account untuk mengirim broadcast pesan, konten rich media, kupon, dan promosi tertarget kepada pengikut di pasar-pasar di mana LINE mendominasi, terutama Jepang, Thailand, dan Taiwan.
  • Berapa banyak pengguna LINE? LINE memiliki lebih dari 170 juta pengguna aktif bulanan di pasar-pasar intinya: 97 juta di Jepang, 51 juta di Thailand, 21 juta di Taiwan, dan 13 juta di Indonesia.
  • Bisakah saya menggunakan LINE bersamaan dengan WhatsApp dan SMS? Ya. Platform CPaaS seperti 8×8 memungkinkan bisnis mengintegrasikan LINE dengan WhatsApp, Viber, SMS, dan channel suara melalui satu API, mengelola semua channel dari satu dasbor.
  • Apa itu rich menu LINE? rich menu adalah panel interaktif di bagian bawah layar chat LINE yang memungkinkan pengguna masuk ke katalog produk, opsi dukungan, atau sistem pemesanan tanpa mengetik.
  • Apakah marketing LINE berbeda di Jepang vs Thailand? Ya. Audiens Jepang lebih menyukai konten yang halus dan kaya informasi, sementara audiens Thailand lebih merespons kampanye yang menyenangkan dan kreatif secara visual dengan stiker dan nada kasual.

Jelajahi Postingan Terkait

8x8 brand photo office G635978008
Teknologi & Transformasi
Agustus 4, 2026

In-App Calling untuk Bisnis Indonesia: Suara Tertanam yang Menjaga Pelanggan

Maahen Melvin

Temukan cara in-app calling membuat pelanggan Indonesia tetap di aplikasi Anda — dari Gojek hingga Tokopedia, SDK suara tertanam mengubah cara platform APAC berkomunikasi.

8x8 brand photo home 1343203458
Teknologi & Transformasi
Agustus 4, 2026

Layanan Pelanggan Video untuk Bisnis Indonesia: Ketika Suara dan Obrolan Tidak Cukup

Igor Mostovoy

Pelajari cara layanan pelanggan video meningkatkan penyelesaian masalah, membangun kepercayaan, dan mengoptimalkan dukungan asuransi, telehealth, dan verifikasi KYC di Indonesia.

8x8 brand photo office g2149321235
Teknologi & Transformasi
Agustus 4, 2026

Platform Komunikasi Omnichannel: Alur Kerja No-Code untuk Bisnis Indonesia

Benjamin Kuo

Pelajari cara bisnis Indonesia mengorkestrasi WhatsApp, SMS, dan suara tanpa developer — menggunakan platform omnichannel no-code yang skalabel untuk pasar APAC.

Talk to an Expert

Complete this form and an 8x8 sales specialist will reach out to you shortly.

A custom multi-channel solution based on your specific requirements.

Thank you for your interest!

An 8x8 sales specialist will reach out to you shortly.

Any urgent enquiries and help needed?

Email [email protected]

Support Visit support site

To top
This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.